Minggu, 29 November 2009

mencintai dan diinginkan,..


hidup dikelilingi oleh banyak wajah dan rasa,.. ada tatapan perkawanan, persaudaraan, kasih dan lain sebagainya,.. ada kalanya kita pernah jatuh dalam kata "cinta",.. ini proses alamiah dalam berkehidupan,.. tak ada deinisi mutlak yang menggambarkan apa makna cinta,.. namun yang jelas tiap orang bisa merasakannya,..

tatapan teduh ayah bunda adalah tatapan cinta tanpa balas namun sering terabaikan bahkan terkalahkan oleh kasih lain dalam hati pecintanya,.. sering kita berpikir tak lagi berarti kala cinta tak diingini yang dicintai,.. padahal dua pasang ata dari tubuh yang renta tak pernah lelah beri cintanya,...

waktu berjalan membawa seseorang lintasi batas pengalaman dan kematangan dalam berkepribadian,.. waktu pula yang mengangkat kisah buta dan tuli dari sang pecinta kepada kenyataan bahwa; segala sesuatu memiliki batas akhir,.. seorang kasih yang dimabuk cinta bisa berganti luka hanya dalam hitungan menit,.. seorang suami maupun istri bisa menjadi orang asing hanya dalam hitungan palu sang hakim,... walau anak mereka menangis tak mengerti apa yang terjadi, namun waktu memaksa mereka tuk sadar bahwa itulah salah satu episode berkehidupan,..

aku; seorang yang sedang dilanda luka tengah berpikir bahwa ada banyak hal yang bisa kulakukan saat ini; saat luka karena waktu telah habis tuk bermimpi; ingin kubuat sepasang mata yang telah lelah itu menjadi bergairah, bahagia jalani sisa hari; bersama melihat tanaman terhampar,.. berteduh dibalik rimbunnya pepohonan,... karena sejatinya tidak ada luka saat kuucap sebuah kata penuh tanggung jawab dan keberanian bahwa: saling memaafkan dan tak ada benci sudahlah menjadi cukup sebagai kado termanis perpisahan,..

aku tak tahu apakah tindakanku benar, tapi yang kutahu itulah satu-satunya jalan keluar untuk dapat melihat dunia secara lebih luas,... karena mencintai tanpa diingini adalah luka; sementara mencintai dan diinginkan adalah penawar anugerah yang tak pernah terkira; untuk seseorang yang telah ajarkan aku makna luka dan pengorbanan, "terima kasih" kuucapkan dan "cukup"n pembelajaran itu kutelan,.. aku tahu waktunya telah tiba,.. tak ada airmata, tak ada cerita, tak ada luka, tak ada lagi...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar